Selamat Datang - Wel Come

Selamat anda mengunjungi Situs dan menyimak artikel perunggasan dari sumber yang mumpuni.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 19

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 19
ayam09-ayam2009.blogspot.com. Khabar aktual Kawasan Jabodetabek
Periode: 19 September s/d 02 Oktober  2010


Khabar komoditi  DOC Broiler:
1. Harga DOC Broiler kwalitas "super", pada kisaran Rp. 5.000,- s/d Rp 5.500,-/ekor.
Jika sampai peternak harga, umumnya tak terkendali.

2. Barang  sangat langka alias susah didapat di pasaran. Baik DOC kualitas Super, BM atau Polos.
Hal ini ada kaitannya dengan beberapa pembibitan ayam, indukkannya gagal mengatasi masalah penyakit yang sedang ngetren saat ini termasuk Necrotic enteritidis gizzard.

3. Harga pakan sudah naik, per karungnya mnengalami kenaikkan sekitar Rp. 25.000,- Dan ada kemungkinan di minggu-minggu mendatang bakal naik lagi.

Khabar komoditi daging Broiler hidup:
1. Harga ayam broiler di tingkat peternak non kemitraan sedikit turun pada tingkat yang wajar, antara Rp. 21.500.- s/d Rp. 22.500,- dan permintaan agak sepi.

2. Kalau di pasar tradisionil, tentu harga daging ayam lebih tinggi demikian pula permintaannya cenderung naik. Daging ayam Dress Rp. 28.000,- s/d Rp. 30.000,-/kg.
Pedagang cenderung ambil untung wajar.

3. Ayam ukuran dibawah 1 kilo gram per ekornya  di harga cukup tinggi hingga Rp. 21. 000, tapi barang nggak ada.



Khabar komoditi DOC petelor coklat dan DOC pejantan:
1. Harga DOC petelor coklat, pelan tapi pasti mengalami kenaikkan harga Rp. 4.000,-/ekor s/d
Rp. 4.500/ekor. Permintaan sangat ramai.

2. Harga DOC pejantan tetap tinggi di Rp. 3.000,- s/d  Rp. 3.200,-/ekor. Ini seiring dengan langkanya DOC broiler.

3. Sayangnya harga pakan pejantan hingga ke tangan peternak mulai tinggi, bayangkan per kilo gram mencapai Rp. 5.200/kg.

Khabar komoditi telor coklat:
1. Harga telor coklat ditingkat peternak, sedikit turun  Rp. 11.500,-/kg. s/d Rp. 12.500,-/kg.  Dan di agen tradisional berkisar di angka Rp. 13.500 s/d Rp. 14.500,-/kg

2.Kondisi harga di atas, berdampak pada peternak Petelor coklat "sedikit merugi". Karena harga pakan mulai naik berkisar Rp. 25.000,-/karung.

3. Kondisi harga telor sudah sudah jelas dibawah dari BEP.

4. Harga daging dari ayam pejantan, juga mengalami kenaikkan tajam, diatas daging ayam broiler  dan barangnya langka. Di kandang diharga Rp. 26.000,- - Rp. 28.000,-/8 onz.

Analisa aktual dari lapangan;
1. Kenaikkan harga pakan, sudah terjadi dan bertahap.
Meskipun demikian dan seharusnya harga pakan tidak akan  naik lagi, karena indukkan-indukkan PS sudah lewat terlebih dahulu,  jadi konsumsi pakan tidak nambah dong...

2. Karena ketersediaan Jagung dan Kedelai serta sumber protein hewani dari tepung ikan secara Global, semakin menipis. Diperkirakan komodity tersebut akan melambung tinggi harganya dibulan mendatang. Hal ini dikarenakan selain bencana alam juga pengaruh musim yang tidak menentu.

3. Demikian pula cuaca di perairan zona ekonomi laut kita, gelombang laut cukup tinggi yang berdampak pada hasil tangkapan ikan para nelayan..

4. Sekali lagi inilah peluang petani, nelayan Indonesia di masa mendatang untuk menciptakan lumbuing bahan baku pakan unggas dan ternak lainnya.  Dan sekali lagi adakah niat sinkronisasi kebijakkan antara kementrian Kelautan, Menteri Pertanian, Perdagangan. untuk pro dan berpihak pada rakyat.

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 18

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 18
ayam09-ayam2009.blogspot.com. Khabar aktual Kawasan Jabodetabek
Periode: 05 September s/d 18 September  2010


Khabar komoditi  DOC Broiler:
1. Harga DOC Broiler kwalitas "super", pada kisaran Rp. 5.000,- s/d Rp 5.500,-/ekor.
Jika sampai peternak harganya, umumnya tak terkendali.

2. Barang  sangat langka alias susah didapat di pasaran. Baik DOC kualitas Super, BM atau Polos.

3. Harga pakan sudah, mulai menyesuaikan diri alias terlihat tanda-tanda bakal naik.

Khabar komoditi daging Broiler hidup:
1. Harga ayam broiler di tingkat peternak non kemitraan sedikit turun pada tingkat yang wajar, antara Rp. 21.500.- s/d Rp. 22.500,- dan permintaan agak sepi.

2. Kalau di pasar tradisionil, tentu harga daging ayam lebih tinggi demikian pula permintaannya cenderung naik. Daging ayam Dress Rp. 28.000,- s/d Rp. 30.000,-/kg.
Pedagang cenderung ambil untung wajar.

3. Ayam ukuran dibawah 1 kilo gram per ekornya  di harga cukup tinggi hingga Rp. 21. 000, tapi barang nggak ada.


Khabar komoditi DOC petelor coklat dan DOC pejantan:
1. Harga DOC petelor coklat, pelan tapi pasti mengalami kenaikkan harga Rp. 3.500,-/ekor s/d
Rp. 4.000/ekor. Permintaan mulai ramai.

2. Harga DOC pejantan tetap tinggi di Rp. 2.800,- s/d  Rp. 3.000,-/ekor.

3. Sayangnya harga pakan pejantan hingga ke tangan peternak mulai tinggi, bayangkan per kilo gram mencapai Rp. 5.200/kg.

Khabar komoditi telor coklat:
1. Harga telor coklat ditingkat peternak, sedikit turun  Rp. 10.500,-/kg. s/d Rp. 11.000,-/kg.  Dan di agen tradisional berkisar di angka Rp. 12.500 s/d Rp. 13.500,-/kg

2.Kondisi harga di atas, berdampak pada peternak Petelor coklat "sedikit merugi". Karena harga pakan mulai naik berkisar Rp. 25.000,-/karung.

3. Kondisi harga telor sudah sudah jelas dibawah dari BEP.

4. Harga daging dari ayam pejantan, juga mengalami kenaikkan tajam, diatas daging ayam broiler  dan barangnya langka. Di kandang diharga Rp. 26.000,- - Rp. 28.000,-/8 onz.
Hal ini ada kaitannya dengan kelangkaan ayam broiler hidup dibawah 1 kilo gram.

Analisa aktual dari lapangan;
1. Kenaikkan harga pakan, sudah terjadi dan bertahap.

2. Karena ketersediaan Jagung dan Kedelai secara Global, semakin menipis. Diperkirakan komodity tersebut akan melambung tinggi harganya dibulan mendatang. Hal ini dikarenakan selain bencana alam juga pengaruh musim yang tidak menentu. Pagi mendung, siang hujan yang terjadi di mana-mana termasuk di Indonesia.

3. Demikian pula cuaca di perairan zona ekonomi laut kita, gelombang laut cukup tinggi yang berdampak pada hasil tangkapan ikan para nelayan..

4. Sekali lagi inilah peluang petani, nelayan Indonesia di masa mendatang untuk menciptakan lumbuing bahan baku pakan unggas dan ternak lainnya.  Dan sekali lagi adakah niat sinkronisasi kebijakkan antara kementrian Kelautan, Menteri Pertanian, Perdagangan. untuk pro dan berpihak pada rakyat.

Selasa, 07 September 2010

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 17

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 17
ayam09-ayam2009.blogspot.com. Khabar aktual Kawasan Jabodetabek
Periode: 22 Agustus s/d 04 September  2010


Khabar komoditi  DOC Broiler:
1. Harga DOC Broiler kwalitas "super", sedikit turun pada kisaran Rp. 5.000,- s/d Rp 5.500,-/ekor.
Cenderung turun sedikit, karena kandang libur, oleh sebab karyawannya Mudik..

2. Barang masih sangat langka alias susah didapat di pasaran. Baik DOC kualitas Super, BM atau Polos.

3. Jika Peternak Broiler chick in  pada minggu ini, maka peternak mengharapkan panenan setelah Lebaran. Bisa jadi harga daging ayam akan membubung tinggi, tapi tergantung juga pada daging beku dari Cool Storage yang siap digelontorkan sewaktu-waktu.

Khabar komoditi daging Broiler hidup:
1. Harga ayam broiler di tingkat peternak non kemitraan naik, antara Rp. 22.500.- s/d Rp. 23.500,- dan permintaan cukup ramai. Penurunan ini tidak menutup kemungkinan daging yang tersimpan di Cool Storage keluar berbarengan dengan hasil panenan Peternak.

2. Kalau di pasar tradisionil, tentu harga daging ayam lebih tinggi demikian pula permintaannya cenderung naik. Daging ayam Dress Rp. 32.000,- s/d Rp. 37.000,-/kg.
Pedagang cenderung ambil untung sebanyak-banyaknya, dikala  menjelang Lebaran.


3. Ayam ukuran dibawah 1 kilo gram per ekornya  di harga cukup tinggi hingga Rp. 22. 000, tapi barang nggak ada.



Khabar komoditi DOC petelor coklat dan DOC pejantan:
1. Harga DOC petelor coklat, pelan tapi pasti mengalami kenaikkan harga Rp. 3.000,-/ekor s/d
Rp. 4.000/ekor. Permintaan sedikit menurun. Biasa peternak agak tidak mau repot pelihara ayam disaat menjelang Lebaran, banyak gangguannya...

2. Harga DOC pejantan tetap tinggi di Rp. 2.800,- s/d  Rp. 3.000,-/ekor.


3. Sayangnya harga pakan pejantan hingga ke tangan peternak mulai tinggi, bayangkan per kilo gram mencapai Rp. 5.100/kg.



Khabar komoditi telor coklat:
1. Harga telor coklat ditingkat peternak, sedikit turun  Rp. 10.500,-/kg. s/d Rp. 11.000,-/kg.  merangkak . Dan agen tradisional berkisar di angka Rp. 12.000 s/d Rp. 12.500,-/kg

2.Kondisi harga di atas, berdampak pada peternak Petelor coklat "sedikit merugi".

Sudah menjadi pendapat umum, bahwa adanya penggelontoran telor-telor Tetas yang tidak di masukkan ke dalam proses penetasan pada minggu-minggu kemarin. Ke pasar-pasar tradional atawa langsung ke pabrik Kue.     Oleh..?   siapa lagi kalau bukan kelakuan Pembibit, baik itu jenis Telor Tetas Layer maupun broiler.
Hal tersebut diatas dilakukan oleh Pembibit karena pada saat Jatuh Hari Lebaran mereka tidak panen DOC. 

3. Kondisi harga telor sudah sudah jelas dibawah dari BEP.

4. Harga daging dari ayam pejantan, juga mengalami kenaikkan tajam, diatas daging ayam broiler  dan barangnya langka. Di kandang diharga Rp. 26.000,- - Rp. 28.000,-/8 onz.
Hal ini ada kaitannya dengan kelangkaan ayam broiler hidup dibawah 1 kilo gram.





5. Terindikasi dipasar tradisional, bahwa indukkan Petelor Coklat yang berumur tua/afkir, sudah banyak dijual dan laku. Prediksinya adalah harga telor coklat pada minggu-minggu mendatang atau menjelang lebaran harganya akan naik. Imbasnya adalah harga DOC Petelor coklat pun akan naik harganya, karena si peternak petelor setelah Lebaran mereka akan rame-rame Chick in.

Analisa aktual dari lapangan;
1. Kenaikkan harga pakan, kemungkinan sehabis Lebaran akan terjadi.

2. Karena ketersediaan Jagung dan Kedelai secara Global, semakin menipis. Diperkirakan komodity tersebut akan melambung tinggi harganya dibulan mendatang.

Dicontohkan, China sendiri, untuk bahan baku Jagung sudah lampu merah dalam ketersediaannya.  Dalam arti kata negara tersebut sudah harus import Jagung terus-menerus di bulan-bulan mendatang.

3. Dan tidak hanya tepung ikan laut, yang diburu oleh industry Poultry tetapi kemungkinan besar Dedak atau bekatul dari beraspun akan ramai di perebutkan. Ini ada kaitannya dengan gagal panenan Gandum di beberapa Negara termasuk Russia.

4. Jadi peluang petani, nelayan Indonesia sangat terbuka peluangnya meraup Dollar atau Rupiah. Tapi ini semuanya tergantung oleh Kebijjakkan dari Kementerian Kelautan, Menteri Pertanian, Perdagangan apakah dia tetap jalan sendiri-sendiri atau berpihak pada rakyat.

Senin, 30 Agustus 2010

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 16

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 16
ayam09-ayam2009.blogspot.com. Khabar aktual Kawasan Jabodetabek
Periode: 08 Agustus s/d 21 Agustus  2010


Khabar komoditi  DOC Broiler:
1. Harga DOC Broiler kwalitas "super", naik terus pada kisaran Rp. 5.000,- s/d Rp 6.000,-/ekor.
Cenderung tak terkendali.

2. Barang sangat-sangat langka alias susah didapat di pasaran. Baik DOC kualitas Super, BM atau Polos.


3. Hal tersebut dilakukan peternak, agar panenan daging ayamnya jatuh pada saat menjelang Lebaran.

Khabar komoditi daging Broiler hidup:
1. Harga ayam broiler di tingkat peternak non kemitraan naik, antara Rp. 24.500.- s/d Rp. 25.500,- dan permintaan cukup ramai.

2. Kalau di pasar tradisionil, tentu harga daging ayam lebih tinggi demikian pula permintaannya cenderung naik. Daging ayam Dress Rp. 34.000,- s/d Rp. 35.000,-/kg.
Pedagang cenderung ambil untung sebanyak-banyaknya, dikala munggah dan menjelang Lebaran.



Analisa aktual dari lapangan:
1. Harga DOC Broiler akan naik dan semakin langka hal ini di sebabkan selain  seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, yakni produksi dari GPS rendah dan ternyata pada tingkat PS selain produksinya turun, terlambat berproduksi juga jumlah HE yang berwarna putih naik hingga 4,5 - 5.0%. Dan dampak dari beberapa Breeding farm yang mengalami musibah penyakit AI, di daerah Sukabumi.

2. Harga DOC Boiler "Super" tembus di angka Rp. 6.000/ekor dan nampak tidak bisa direm...oleh himbauan oleh siapapun dan semakin tak terkendali alias liar.

3. Peternak dengan sistem Kemitraan tertentu,  relatif stabil dapat pasokkan DOC Broiler dari Breeding. Dan otomatis Kemitraan Broiler cap BODONG lah yang diutamakan, karena masih bau pembibitan.
Kalau toh peternak kecil mau ikutan sistem Kemitraan, maka persyaratannyapun semakin ketat dan peralatan kandang haruslah standar breeding (seperti pemakaian pemanas gasolex, water drinker yang semi otomatis). Jadi mana mampu peternak kecil keluar biaya yang lebih besar lagi.
Sedangkan kemitraan yang rewel dan tidak mencapai standar yang diinginkan oleh rekanan akan sulit mendapat pasokkan DOC.

4. Peternak Broiler skala usaha Kecil, menjerit susah mendapatkan DOC, meskipun uang sekarung udah dibawa-bawa ke kantornya si pembibit. Ini dijumpai oleh penulis bahwa peternak yang bersifat "kelompok" dari Subang mencari DOC broiler hingga ke Bogor pulang dengan tangan hampa. Apalagi peternak musiman baik dari sekitar Bogor atau Tangerang, semua tidak mendapatkan DOC.

5. Produksi DOC, di luar Jawa masih pada kondisi sebelumnya. baik produksi maupun kwalitasnya menurun.

6. Pengalaman di lapangan dari yang sudah-sudah di situasi perunggasan begini, banyak orang Kreatif bermunculan. Seperti sistim trading, nyimpen daging di cold storage buat dilepas menjelang hari Lebaran.
Dan sipembibit berkreatif dan berprinsip ada duit ada barang alias transaksi harus kontan didepan dan muka baru nggak dilayani meski bawa duit berkarung-karung.

7. Harusnya peternak kecil juga kreatif, contohnya alih profesi; dari sehari-harinya beternak jadilah pedagang ayam potong broiler dan beli ayamnya dari "kemitraan"  Apa yang bakal terjadi?? 



Khabar komoditi DOC petelor coklat dan DOC pejantan:
1. Harga DOC petelor coklat, pelan tapi pasti mengalami kenaikkan harga Rp. 3.000,-/ekor s/d
Rp. 4.000/ekor. Permintaan sedikit menurun. Biasa peternak agak tidak mau repot pelihara ayam disaat menjelang Lebaran, banyak gangguannya...

2. Harga DOC pejantan cenderung naik di Rp. 2.800,- s/d  Rp. 3.000,-/ekor, dan barangnya ikut-ikutan langka. Pedangagan DOC pejantan dari daerah Tasik dan sekitar berani ambil sendiri ke Bogor atau ke Sukabumi, mungkin sangking takutnya tidak mendapatkan DOC (hal yang tak lazim, bukan..).


3. Sayangnya harga pakan pejantan hingga ke tangan peternak mulai tinggi, bayangkan per kilo gram mencapai Rp. 5.100/kg.


Khabar komoditi telor coklat:
1. Harga telor coklat ditingkat peternak, sedikit naik dari Rp. 12.500,-/kg. s/d Rp. 13.000,-/kg. Cenderung merangkak naik. Dan dipasar tradisional naik di angka Rp. 15.000 s/d Rp. 15.500,-/kg

2.Kondisi harga di atas, nampak sedikit turun harganya. Mengapa bisa terjadi?

Sudah menjadi pendapat umum, bahwa adanya penggelontoran telor-telor Tetas yang tidak di masukkan ke dalam proses penetasan pada minggu-minggu terakhir ini. Ke pasar-pasar tradional atawa langsung ke pabrik Kue. Oleh..?   siapa lagi kalau bukan kelakuan Pembibit, baik itu jenis Telor Tetas Layer.
Hal tersebut dia tas dilakukan oleh Pembibit karena pada saat Jatuh Hari Lebaran mereka tidak panen DOC. 


3. Kondisi harga telor sudah lebih tinggi dari BEP.

4. Harga daging dari ayam pejantan, juga mengalami kenaikkan tajam, meski harganya lebih rendah dari harga daging ayam broiler, serta barang langka di kandang diharga Rp. 23.000,-/8 onz.

Analisa aktual dari lapangan;
1. Kenaikkan harga pakan sudah didepan mata: yaitu dengan adanya indikator  pembukaan kran import Jagung pipilan sebanyak 800.000 ton, dan hasil tangkapan ikan oleh Nelayan cenderung  rendah,  karena para Nelayan takut akan gelombang laut yang tinggi, sehingga pasokkan tepung ikan lokal pun mengalami penurunan.

2. Terjadinya musibah banjir di Negara China, Pakistan, merusak tanaman jagung.
Serta terjadinya gelombang hawa panas di Russia, merusak dan menurunkan hasil panenan Gandum.

3. Terjadinya pencemaran kilang Minyak lepas pantai di teluk Mexico dan sekitarnya, mempengaruhi hasil tangkapan ikan laut, atau bahkan  pencemaran tersebut mengakibatkan banyak biota dan ikan-ikan mati.

4. Hal tersebut dia atas, dipastikan memberi dampak pada harga pakan dan kualitasnya di kemudian hari.
Yang jelas suplay bahan jagung , gandum, tepung ikan yang menipis stocknya lagi pula diperebutkan oleh beberapa negara industri poultry seperti China, Thailand, Malaysia.

5. Indonesia sendiri dalam hal penyediaan bahan baku untuk pakan ternak poultry dan hewan yang lain, sangatlah memungkinkan apalagi kelebihannya bisa di eksport. Tapi sayangnya Instansi terkait seperti Kementerian Kelautan, Menteri Pertanian dan Peternakan "Hal Kebijakkannya" jalan sendiri-sendiri adanya.
Yang senang ya.... Pengusaha eksport dan import bahan baku pakan...!!

Kamis, 05 Agustus 2010

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 15

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 15
ayam09-ayam2009.blogspot.com. Khabar aktual Kawasan Jabodetabek
Periode: 25 Juli s/d 07 Agustus  2010


Khabar komoditi  DOC Broiler:
1. Harga DOC Broiler kwalitas "super", naik terus pada kisaran Rp. 5.000,- s/d Rp 6.000,-/ekor.

2. Barang sangat-sangat langka alias susah didapat di pasaran. Baik DOC kualitas Super, BM atau Polos


Khabar komoditi daging Broiler hidup:
1. Harga ayam broiler di tingkat peternak non kemitraan naik, antara Rp. 24.500.- s/d Rp. 25.500,- dan permintaan cukup ramai.

2. Kalau di pasar tradisionil, tentu harga daging ayam lebih tinggi demikian pula permintaannya cenderung naik. Daging ayam Dress Rp. 34.000,- s/d Rp. 35.000,-/kg.


Analisa aktual dari lapangan:
1. Harga DOC Broiler akan naik dan semakin langka hal ini di sebabkan selain  seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, yakni produksi dari GPS rendah dan ternyata pada tingkat PS selain produksinya turun, terlambat berproduksi juga jumlah HE yang berwarna putih naik hingga 4,5 - 5.0%. Dan dampak dari beberapa Breeding farm yang mengalami musibah penyakit AI, di daerah Sukabumi.

2. Harga DOC Boiler "Super" tembus di angka Rp. 6.000/ekor dan nampak tidak bisa direm...oleh himbauan oleh siapapun dan semakin tak terkendali alias liar.

3. Peternak dengan sistem Kemitraan tertentu,  relatif stabil dapat pasokkan DOC Broiler dari Breeding. Dan otomatis Kemitraan Broiler cap BODONG lah yang diutamakan, karena masih bau pembibitan.
Kalau toh peternak kecil mau ikutan sistem Kemitraan, maka persyaratannyapun semakin ketat dan peralatan kandang haruslah standar breeding (seperti pemakaian pemanas gasolex, water drinker yang semi otomatis). Jadi mana mampu peternak kecil keluar biaya yang lebih besar lagi.
Sedangkan kemitraan yang rewel dan tidak mencapai standar yang diinginkan oleh rekanan akan sulit mendapat pasokkan DOC.

4. Peternak Broiler skala usaha Kecil, menjerit susah mendapatkan DOC, meskipun uang sekarung udah dibawa-bawa ke kantornya si pembibit. Ini dijumpai oleh penulis bahwa peternak yang bersifat "kelompok" dari Subang mencari DOC broiler hingga ke Bogor pulang dengan tangan hampa. Apalagi peternak musiman baik dari sekitar Bogor atau Tangerang, semua tidak mendapatkan DOC.

5. Produksi DOC, di luar Jawa masih pada kondisi sebelumnya. baik produksi maupun kwalitasnya menurun.

6. Pengalaman di lapangan dari yang sudah-sudah di situasi perunggasan begini, banyak orang Kreatif bermunculan. Seperti sistim trading, nyimpen daging di cold storage buat dilepas menjelang hari Lebaran.
Dan sipembibit berkreatif dan berprinsip ada duit ada barang alias transaksi harus kontan didepan dan muka baru nggak dilayani meski bawa duit berkarung-karung.

7. Harusnya peternak kecil juga kreatif, contohnya alih profesi; dari sehari-harinya beternak jadilah pedagang ayam potong broiler dan beli ayamnya dari "kemitraan"  Apa yang bakal terjadi?? 



Khabar komoditi DOC petelor coklat dan DOC pejantan:
1. Harga DOC petelor coklat, pelan tapi pasti mengalami kenaikkan harga Rp. 4.000,-/ekor s/d
Rp. 4.200/ekor. Permintaan mulai ada peningkatan dan cenderung ramai.

2. Harga DOC pejantan cenderung naik di Rp. 3.000,- s/d  Rp. 3.500,-/ekor, dan barangnya ikut-ikutan langka. Pedangagan DOC pejantan dari daerah Tasik dan sekitar berani ambil sendiri ke Bogor atau ke Sukabumi, mungkin sangking takutnya tidak mendapatkan DOC (hal yang tak lazim, bukan..).


Khabar komoditi telor coklat:
1. Harga telor coklat ditingkat peternak, sedikit naik dari Rp. 13.000,-/kg. s/d Rp. 13.500,-/kg. Cenderung merangkak naik. Dan dipasar tradisional naik di angka Rp. 15.500 s/d Rp. 16.000,-/kg

2.Kondisi harga di atas, nampaknya akan bergerak naik. Apa lagi menjelang bulan Puasa yang jatuh pada minggu depan.

3. Kondisi harga telor sudah lebih tinggi dari BEP.

4. Harga daging dari ayam pejantan, juga mengalami kenaikkan tajam, meski harganya lebih rendah dari harga daging ayam broiler, serta barang langka di kandang diharga Rp. 22.000,-/8 onz.

Analisa aktual dari lapangan;
1. Kasus-kasus penyakit dilapangan masih seperti yang terdahulu. Kecenderungan labil, akibat perubahan cuaca yang nggak menentu (hujan dan panas terik yang bergantian).

2. Kenaikkan biaya operasional seperti:
Kelengkapan surat Kendaraan naik, 
Tarif Dasar Listrik 12%-18%, sudah harus di bayar pada bulan Agustus ini dan terakhir
Tarif  TOL naik terutama di Tol Padalarang dan Bandara Cengkareng, meskipun naik Rp. 500,- Kesemuanya sudah terlihat jelas dampaknya.

3. Kenaikkan harga pakan sudah didepan mata: yaitu dengan adanya indikator  pembukaan kran import Jagung pipilan sebanyak 800.000 ton, dan hasil tangkapan ikan oleh Nelayan cenderung  rendah,  karena para Nelayan takut akan gelombang laut yang tinggi, sehingga pasokkan tepung ikan lokal pun mengalami penurunan.

4. Adanya pameran Perunggasan di Jakarta baru-baru ini, beberapa Breeding tidak ambil bagian dalam pameran. Dan nampaknya pakar bersama breeding tidak bisa ambil peranan secara makro dan segera dalam mengatasi situasi ini, apalagi menyangkut Transparansi.

5. Semakin "surem"  di bulan-bulan mendatang, karena sikap aparat dan pejabat hanya lips servise menanggapi keadaan ini, "masalah telor dan daging" akan segera dipelajari segera.
Tapi komentar peternak hal diatas jangan "titik" tapi ada koma yang segera ditindak lanjuti.... karena menyangkut hajat orang banyak, toh....

Minggu, 25 Juli 2010

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 14

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 14
ayam09-ayam2009.blogspot.com. Khabar aktual Kawasan Jabodetabek
Periode: 11 Juli s/d 24 Juli  2010


Khabar komoditi  DOC Broiler:
1. Harga DOC Broiler kwalitas "super", naik terus pada kisaran Rp. 5.000,- s/d Rp 5.500,-/ekor.

2. Barang sangat-sangat langka alias susah didapat di pasaran. Baik DOC kualitas Super, BM atau Polos


Khabar komoditi daging Broiler hidup:
1. Harga ayam broiler di tingkat peternak non kemitraan naik, antara Rp. 23.500.- s/d Rp. 24.500,- dan permintaan cukup ramai.

2. Kalau di pasar tradisionil, tentu harga daging ayam lebih tinggi demikian pula permintaannya cenderung naik. Daging ayam Dress Rp. 31.000,- s/d Rp. 33.500,-/kg.


Analisa aktual dari lapangan:
1. Harga DOC Broiler akan naik dan semakin langka hal ini di sebabkan selain  seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, yakni produksi dari GPS rendah dan ternyata pada tingkat PS selain produksinya turun, terlambat berproduksi juga jumlah HE yang berwarna putih naik hingga 4,5 - 5.0%. Dimana HE berkerabang putih tersebut lebih tipis kulitnya dari pada yang normal, sehingga daya tetasnya-pun rendah. Ya beginilah hasilnya jika para pembibit 100 % mengandalkan bibit ayam dari luar negeri, jaminan kwalitas dan kontinuitas produk yang dihasilkan tidak dijamin. Tidak mau berdikari sih!

2. Harga DOC Boiler "Super" lebih dari Rp. 5.500/ekor dan nampak tidak bisa direm...oleh himbauan oleh siapapun.

3. Peternak dengan sistem Kemitraan,  relatif stabil dapat pasokkan DOC Broiler dari Breeding. Dan otomatis Kemitraan Broiler cap BODONG lah yang diutamakan, karena masih bau pembibitan.
Kalau toh peternak kecil mau ikutan sistem Kemitraan, maka persyaratannyapun semakin ketat dan peralatan kandang haruslah standar breeding (seperti pemakaian pemanas gasolex, water drinker yang semi otomatis). Jadi mana mampu peternak kecil keluar biaya yang lebih besar lagi.

4. Peternak Broiler skala usaha Kecil, menjerit susah mendapatkan DOC, meskipun uang sekarung udah dibawa-bawa ke kantornya si pembibit.
Kalau toh dapat sudah dari tanggan ke dua atau ke tiga. Dengan kualitas DOC yang tidak dijamin.

5. Produksi DOC, di luar Jawa baik produksi maupun kwalitasnya menurun. Hal ini terkait penerarapan manajemen maupun tindakan efisiensi dari perusahaan yang tidak cocok bagi kultur Indonesia. Artinya jika manajemen barang hidup seperti perunggasan ini memakai cara manajemen Amrik yang selalu mengutamakan efisiensi terutama pada masalah hajat hidup karyawan, ya... akibatnya pada produksi dan kualitasnya.

6. Pengalaman di lapangan dari yang sudah-sudah di situasi perunggasan begini, banyak orang Kreatif bermunculan. Seperti sistim trading, nyimpen daging di cold storage buat dilepas menjelang hari Lebaran.
Dan sipembibit berkreatif dan berprinsip ada duit ada barang alias transaksi harus kontan didepan dan muka baru nggak dilayani meski bawa duit berkarung-karung.

7. Harusnya peternak kecil juga kreatif, contohnya alih profesi; dari sehari-harinya beternak jadilah pedagang ayam potong broiler dan beli ayamnya dari "kemitraan"  Apa yang bakal terjadi??  Banyak analisa yang bakal muncul dan tergantung "sudut" mana kita memandang



Khabar komoditi DOC petelor coklat dan DOC pejantan:
1. Harga DOC petelor coklat, pelan tapi pasti mengalami kenaikkan harga Rp. 4.000,-/ekor s/d
Rp. 4.200/ekor. Permintaan mulai ada peningkatan dan cenderung ramai.

2. harga DOC pejantan cenderung naik di Rp. 2.800,- s/d  Rp. 3.250,-/ekor, dan barangnya ikut-ikutan langka.


Khabar komoditi telor coklat:
1. Harga telor coklat ditingkat peternak, sedikit naik dari Rp. 14.500,-/kg. s/d Rp. 15.000,-/kg. Cenderung merangkak naik. Dan dipasar tradisional naik di angka Rp. 16.000 s/d Rp. 16.500,-/kg

2.Kondisi harga di atas, nampaknya akan bergerak naik. Apa lagi menjelang bulan Puasa dan masuk Hari  H Lebaran.

3. Kondisi harga telor sudah lebih tinggi dari BEP.

4. Harga daging dari ayam pejantan, juga mengalami kenaikkan tajam, meski harganya lebih rendah dari harga daging ayam broiler, serta barang langka.

Analisa aktual dari lapangan;
1. Kasus-kasus penyakit dilapangan masih seperti yang terdahulu. Kecenderungan labil, akibat perubahan cuaca yang nggak menentu (hujan dan panas terik yang bergantian).

2. Kenaikkan biaya operasional seperti: kelengkapan surat Kendaraan naik,  Tarif Dasar Listrik 12%-18%, dan terakhir tarif  TOL naik terutama di Tol Padalarang dan Bandara Cengkareng, meskipun naik Rp. 500,- sudah terlihat dampaknya.

3. Kenaikkan harga pakan sudah didepan mata: yaitu dengan adanya indikator  pembukaan kran import Jagung pipilan sebanyak 800.000 ton, dan hasil tangkapan ikan oleh Nelayan cenderung  rendah,  karena para Nelayan takut akan gelombang laut yang tinggi, sehingga pasokkan tepung ikan lokal pun mengalami penurunan.

4. Adanya pameran Perunggasan di Jakarta baru-baru ini, nampaknya pakar tidak bisa ambil peranan secara makro dan segera.

Jumat, 16 Juli 2010

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 13

Khabar Aktual Dua Mingguan ke 13
ayam09-ayam2009.blogspot.com. Khabar aktual Kawasan Jabodetabek
Periode: 27 Juni s/d 10 Juli  2010

Khabar komoditi  DOC Broiler:
1. Harga DOC Broiler kwalitas "super", naik terus pada kisaran Rp. 4.500,- s/d Rp 5.000,-/ekor.

2. Barang sangat-sangat langka alias susah didapat di pasaran. Baik DOC kualitas Super, BM atau Polos


Khabar komoditi daging Broiler hidup:
1. Harga ayam broiler di tingkat peternak non kemitraan naik, antara Rp. 22.500.- s/d Rp. 24.500,- dan permintaan cukup ramai.

2. Kalau di pasar tradisionil, tentu harga daging ayam lebih tinggi demikian pula permintaannya cenderung naik. Daging ayam Dress Rp. 30.000,- s/d Rp. 32.500,-/kg.



Analisa aktual dari lapangan:
1. Harga DOC Broiler akan naik dan semakin langka hal ini di sebabkan selain  seperti yang sudah diutarakan sebelumnya. Juga permintaan peternak yang sangat tajam untuk persiapan panen di bulan Puasa dan Lebaran.

2. Harga DOC Boiler "Super" lebih dari Rp. 5.000/ekor dan nampak tidak bisa direm...oleh himbauan oleh siapapun.

3. Peternak dengan sistem Kemitraan,  relatif stabil dapat pasokkan DOC Broiler dari Breeding. Dan otomatis Kemitraan Broiler cap BODONG lah yang diutamakan, karena masih bau pembibitan.

4. Peternak Broiler skala usaha Kecil, menjerit susah mendapatkan DOC, meskipun uang sekarung udah dibawa-bawa ke kantornya si pembibit.
Kalau toh dapat sudah dari tanggan ke dua atau ke tiga. Dengan kualitas DOC yang tidak dijamin.

5. Produksi DOC, di luar Jawa baik produksi maupun kwalitasnya menurun. Hal ini terkait penerarapan manajemen maupun tindakan efisiensi dari perusahaan yang tidak cocok bagi kultur Indonesia. Artinya jika manajemen barang hidup seperti perunggasan ini memakai cara manajemen Amrik yang selalu mengutamakan efisiensi terutama pada masalah hajat hidup karyawan, ya... akibatnya pada produksi dan kualitasnya.


6. Pengalaman di lapangan dari yang sudah-sudah di situasi perunggasan begini, banyak orang Kreatif bermunculan. Seperti sistim trading, nyimpen daging di cold storage buat dilepas menjelang hari Lebaran.
Dan sipembibit berkreatif dan berprinsip ada duit ada barang alias transaksi harus kontan didepan dan muka baru nggak dilayani meski bawa duit berkarung-karung.



7. Harusnya peternak kecil juga kreatif, contohnya alih profesi; dari sehari-harinya beternak jadilah pedagang ayam potong broiler dan beli ayamnya dari "kemitraan"  Apa yang bakal terjadi??  Banyak analisa yang bakal muncul dan tergantung "sudut" mana kita memandang.




Khabar komoditi DOC petelor coklat dan DOC pejantan:
1. Harga DOC petelor coklat, pelan tapi pasti mengalami kenaikkan harga Rp. 3.850,-/ekor s/d
Rp. 4.200/ekor. Permintaan mulai ada peningkatan dan cenderung ramai.
Sudah mulai terjadi hukum alam, bahwa indukkan PS yang tidak terlalu tua diafkir lebih cepat. Sehingga produksi DOC Layer mulai berkurang dipasaran.

2. harga DOC pejantan cenderung naik di Rp. 2.750,- s/d  Rp. 3.250,-/ekor, dan barangnya ikut-ikutan langka.


Khabar komoditi telor coklat:
1. Harga telor coklat ditingkat peternak, sedikit naik dari Rp. 13.500,-/kg. s/d Rp. 14.000,-/kg. Cenderung merangkak naik. Dan dipasar tradisional naik di angka Rp. 15.000 s/d Rp. 15.500,-/kg

2.Kondisi harga di atas, nampaknya akan bergerak naik. Apa lagi menjelang bulan Puasa dan masuk Hari  H Lebaran.

3. Kondisi harga telor sudah lebih tinggi dari BEP.


4. Harga daging dari ayam pejantan, juga mengalami kenaikkan tajam, meski harganya lebih rendah dari harga daging ayam broiler, serta barang langka.

Analisa aktual dari lapangan;
1. Kasus-kasus penyakit dilapangan masih seperti yang terdahulu. Kecenderungan labil, akibat perubahan cuaca yang nggak menentu (hujan dan panas terik yang bergantian).

2. Masalah sudah dihadapi semua peternak pada minggu ini yaitu naikknya urusan Kendaraan naik, dan aktualisasi kenaikkan  Tarif Dasar Listrik 12%-18%, terakhir tarif  TOL naik terutama di Tol Padalarang dan Bandara Cengkareng, meskipun naik Rp. 500,-(Tapi jika si pembibit saban hari keluar masuk tol tersebut dan jumlah armadanya banyak... ya... biaya si pembibit juga naik dan akhirnya dibebankan pada konsumen atau peternak kecil).

3. Pembukaan kran import Jagung pipilan sebanya 800.000 ton, mengindikasikan bahwa harga pakan unggas akan mengalami kenaikkan dikemudian hari.

4. Harga komoditi unggas, sudah terlihat naik, mendahului tarif harga listrik naik dan masuknya import jagung.

5. Adanya pameran Perunggasan di Jakarta baru-baru ini, nampaknya pakar tidak bisa ambil peranan secara makro.