Selamat Datang - Wel Come

Selamat anda mengunjungi Situs dan menyimak artikel perunggasan dari sumber yang mumpuni.

Selasa, 16 September 2014

Perunggasan dalam rawa payau

Tanah yang subur,
Merdeka dari pejuang Kemerdekaan 45, tanpa pamrih.
Mereka berjuang hanya satu kata merdeka !!

Tapi orang perunggasan mengisi Kemerdekaan selama dua dawarsa?
semau gue, liberal tanpa pandang bulu.

Lihat potret harga DOC, daging Ayam Broiler sebulan dua bulan yang lalu....
Lihat potret harga telor komersial Layer sebulan dua bulan yang lalu...

Saat mau Ramadhan, Juli 2014 harga DOC melonjak
Habis Syawal, Agustus harga DOC Jeblok,
Di bulan September tambah Jeblok, meski asosiasi pembibitan melakukan RITUAL PEMBANTAIAN  calon anak ayam umur 18 hari, hingga 50% dari kapasitas produksi. Tapi tidak diikuti pembibit yang lainnya.

Ritual ini sudah mereka jalankan dari Tahun 1995.

Kritikkan dan saran ke semua pihak terkait sudah dilontarkan, hingga kering air liur ini. Tanpa tanggapan dan reaksi serta jalan keluar di tahun depan.

Tiga bulan lagi, AFTA 2015  segera dimulai.....
Siap tak siap bisnis perunggasan kita akan menghadapi produk sejenis dari negara tetangga termasuk dari Timor Timur.

Banjir air mata dari karyawan perunggasankah? atau
Mampu Meraup sebulir nasi?

Perlu REVOLUSI   PERUNGGASAN.
Perlu pemberdayaan Galur Murni ayam..
Perlu pemberdayaan Sumber pakan ternak..

Ayo...



Kamis, 10 Juli 2014

What happen? Hatchery new Technology ussing with Water Chiller System?

Pertanyaan di benak kita,  Mengapa Teknologi penetasan ayam dengan menggunakan sistem water chiller baik di Setter maupun Hatcher harus dibayar mahal bagi pengguna maupun peternak?


Jawabnya:
Perhatikan sungguh-sungguh prinsip dasar penetasan ayam.
Anda akan setuju dengan saya dan EMKA incubator. Buatan Belgia.

Rabu, 25 Juni 2014

Setter-Hatcher MK-Incubator

Independent Sold Agent-Indonesia
Melayani penjualan Mesin Tetas untuk Telor Ayam dan Bebek.
Kapasitas telor tetas dari: 3.300butir s/d 115.200butir.


 Jaminan: sebelum dan sesudah penjualan mesin, ada pendampingan dan pelatihan bagi Hatchery Man secara profesional. Karena kami mumpuni dalam hal penetasan Ayam dan Bebek.

Jumat, 02 Agustus 2013

Apa arti ketahanan PANGAN NASIONAL...terutama sumber Protein Hewani?


Apa arti ketahanan PANGAN  NASIONAL...terutama sumber Protein Hewani?

Bagaimana anda menyikapi Artikel dan Ungkapan Oknum pejabat dibawah ini?
Peristiwa yang berulang-ulang terjadi.... dari tahun 1995  s/d 2013.
Apa tindakan nyata...!
Mau dibawa kemana dunia perunggasan di NKRI?
Mau strategi macam mana ?






Suswono Ungkap Penyebab Harga Daging Ayam Naik
Para peternak ingin menutup kerugiannya selama berbulan-bulan.

Rabu, 10 Juli 2013, 11:16 Mohammad Adam, Arie Dwi Budiawati


VIVAnews - Kementerian Pertanian mencermati bahwa penyebab melambungnya harga ayam di pasar saat ini adalah kenaikan harga bibit yang ditanggung peternak.

Menteri Pertanian, Suswono, Rabu 10 Juli 2013, mengungkapkan setelah berdialog dengan para peternak, akhirnya diketahui bahwa biaya produksi meningkat, karena ada kenaikan harga ayam bibit atau anak ayam usia 1-14 hari (
day old chick/DOC).

Menurut Suswono, kondisi ini yang menjadi alasan kenaikan harga daging ayam di pasar. Para Peternak ingin menutup kerugiannya selama berbulan-bulan.

"Harga
day old chick naik Rp2.000 lebih dari harga awalnya Rp4.000 per ekor," ujar Suswono di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Menurut Suswono, langkah peternak yang menaikkan harga ayam potong ini sebenarnya tidak tepat dan patut disesalkan. "Kalau hanya ingin menutup kerugian, saya rasa kenaikan ini tidak pada tempatnya," kata Suswono.

Menurut Suswono stok bibit ayam sebenarnya amat cukup. Oleh karena itu, perlu diteliti lebih dalam mengenai penyebab kenaikan harga bibit ayam itu.

"Jumlah DOC itu dua miliar ekor," kata Suswono.

Hari ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi menyikapi lonjakan harga-harga kebutuhan pokok, terutama daging, menjelang Lebaran. (art)





Selasa, 15 November 2011

Buku: MANAJEMEN PENETASAN AYAM untuk BROILER DAN LAYER

Puji Tuhan. Telah terbit, sebuah buku
MANAJEMEN PENETASAN AYAM UNTUK BROILER DAN LAYER.
ISBN: 978 97 9153 591 5      
Ditulis oleh: IR. SATRIYO  SAPTOROHADI
249 halaman++
Harga jual Rp. 80.000,-/per buku  belum termasuk ongkos kirim.
Sistem pemasaran  ON DEMAND.
Kontak email: ssaptorohadi@yahoo.com
Notice Statement:
Buku MANAJEMEN PENETASAN AYAM UNTUK BROILER DAN LAYER,
Tersebut hanya di cetak dalam bahasa Indonesia dan hanya diedarkan di NKRI.
Penulis sedang mencari Bisnis Partner untuk menerbitkannya ke dalam Bahasa lain.





Selasa, 12 April 2011

TELOR HASIL CANDLING

TELOR HASIL CANDLING
ayam09-ayam2009.blogspot.com./umum

Candling telor tetas, adalah salah satu kegiatan bagian Hatchery, baik itu untuk telor tetas Broiler, Layer, Duck Peking atau untuk telor bebek leher panjang.

Bagi penetasan sekala besar telor tetas Broiler atau layer dilakukan candling umur 18 s/d 18.5 hari sedang bagi penetasan sekala kecil dilakukan umur 10 hari proses penetasan.

Di sini perlakuan candling untuk Duck peking atau bebek leher panjang, umumnya dilakukan pada umur 10 s/d 14 hari.

Pengertian mengenai hasil telor candling,
Masyarakat pada umumnya masih rancu, ada yang menyebut telor calang, telor dingin atau telor infertil, dan layak di konsumsi.
Bagi management Hatchery hal ini tidaklah dijelaskan dengan baik, alias terselubung hingga saat ini.
Jelas alasan Profit yang di pentingkan, pokok telor hasil candling bisa terjual semuanya dan keluar dari bagiannya.

Telor hasil candling yang masih layak di konsumsi.
Seharusnya Telor hasil candling baik itu Broiler, Layer, Duck peking atau bebek leher panjang yang keluar dari Hatchery haruslah yang benar Infertil dan masih layak dikonsumsi.
Dengan ciri-ciri: bersih dari pecahan telor, tidak retak rambut atau pecah, jika diteropong kondisi didalam telor masih bening, terlihat bayangan putih dan kuning telornya masih terpisah. Dan kondisi  kantong udaranya masih kecil.
Pengamatan penulis jumlahnya sekitar 74 % dari total telor hasil candling, untuk kesemua jenis unggas di atas.

Telor hasil candling dan tidak layak untuk dikonsumsi dengan ciri-ciri berikut:
#  Retak rambut, Pecah, Kotor terkena pecahan telor. tidak boleh dijual atau dikonsumsi.

#  Dengan di teropong: jika bayangan telor berwarna merah, ini menunjukkan telor sudah mulai rusak.
Jika bayangan telor berwarna hitam atau kecoklatan, ini menunjukkan telor sudah sangat rusak. Jika bayangan telor terlihat ada gumpalan air yang bergerak-gerak kesana-kemari, ini juga menunjukkan kondisi telor tersebut sudah mulai rusak.
Kondisi telor di atas tidak boleh keluar dari bagian Hatchery. Telor-telor tersebut harus masuk kreteria telor Limbah busuk
Pengamatan penulis jumlahnya sekitar 26 % dari total telor hasil candling, untuk kesemua jenis unggas di atas, Angka persentase tersebut sangat tergantung umur induknya, semakin tua semakin tinggi persentase.

Jadi siapa yang mengawasi komodity ini? agar masyarakat pengguna baik itu untuk usaha makanan kecil, kue atau di asinkan atau yang lainnya terlindungi. Dus masyarakatpun terjaga kesehatannya.

Jangan ada lagi pembiaran dan pembodohan dan jangan lagi yang dipentingkan hanya demi profit.




Kamis, 31 Maret 2011

Kemana Ayam Indukkan Afkir Layer, Mau di Jual?


Kondisi di lapangan saat sekarang ini.
Umum:/ayam09-ayam2009.blogspot.com

Terutama di Pulau Jawa, harga daging hidup ayam indukkan Layer,  memang jatuh... tertekan oleh:
# Kasus Flu burung di Cianjur, Sukabumi dan sekitar terutama di kota sentra kandang ayam..Pembibit.
# Pemberitaan media cetak dan elektronik yang sedikit gencar.

Akibatnya banyak masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga sedikit mengerem dan menjauh dari mengkonsumsi daging ayam:
1. Broiler,
2. Indukkan afkir Parent Stock, Indukkan Grand Parent Stock, baik jenis Layer maupun Broiler.
3. Indukkan afkir Layer Komersiil,
4. Ayam Pejantan
5. Ayam Kampung
dan Unggas yang lain seperti yang lagi ngetrend Duck Pekking serta duck yang lainnya...

Di awal Tahun, si peternak sudah diterjang sunami harga pakan, dan DOC yang semakin naik, dus biaya produksi ikut naik pula. Ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga.
Sudah jamak.. di era Liberalisasi Perunggasan saat ini, semua pihak dan instansi terkait nggak ada yang cari solusinya,  Alasannya Dunia Persilatan Unggas kita sudah seperti Benang Kusut.
Ngga usah di Spin off,  maksudnya di cari ujung dan dilurusin supaya mulus dan fleksible.
Yang penting ada :
#  Sistem efisiensi, rugi... karyawan di PHK. Untung dikontrak dengan upah UMR.
# Sistem silat Lidah Bengkok, Harga DOC bagus ngojok-ngojokin supaya peternak beli.. pas begini susah dia ngumpet tak memperlihatkan batang Tenggorokkannya.

Yang senang... ada...
# Pembibit-pembit bermodal yang siap nyaplok/ngemplok usahanya Peternak Kecil.
# Importir bahan baku Pakan, meskipun harga Komoditi Pakan Dunia/Global menipis akibat gagal panen dan perobahan iklim.
Dia tetap import, toh... kalau di jual di Negara Agraris Ini  tetap ada untung.. Mana mau Importir merugi.
# Ada lagi yang, paling senang, rutin.. terima Implik-Implik... Tak kenal Musim, tak kenal itu Flu Burung/Babi.

Tinggal kita Peternak kecil, yang harus ATM --> amati tiru dan modifikasi dari ilmu dagangnya Pembibit. Sudah saatnya petrenak kecil, INTEGRATED dari beternak, prosesing dan jual sendiri produknya, kalau bisa dan ada waktu Harus bikin Pakan sendiri.

Contohnya, kalau harga indukkan afkir Layer Komersiil, susah jual dan seharusnya Program Chick In.
Tindakkan kita:
- Jual di pasar dalam bentuk olahan seperti abon, ayam goreng atau daging tanpa tulang untuk baso.
   Secara nyicil.
   Soal resep atawa selera... banyak yang tau  tinggal tanya sonder bayar konsultan ...
- Indukkan afkir Layer di Moulting, toh harga Telor Komersil saat ini dan beberapa bulan  kedepan hingga  habis lebaran, bakal naik terus.
- Sering tanya ke Pembibit.... Siapa tau di kasih tau resep yang lebih jitu.

Yang penting ada usaha dan tindakkan, daripada nunggu in si bandar penangkan ayam yang janji -janji melulu, mau nangkap tarsok... tarsok.